HARIANAKSARA.NET, Jakarta – Ketua DPD Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) DKI Jakarta, Salmon J Siahaya, menegaskan pentingnya kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi utama organisasi dalam membangun Trisakti demi mewujudkan peradaban bangsa yang maju dan berdaulat.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara singkat dengan awak media di sela-sela acara Pelantikan dan Buka Bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila yang digelar di Gedung Joang 45, Sabtu (28/2).
Mengusung tema “Kepemimpinan Pancasila menjadi Pondasi Organisasi dalam Membangun Trisakti sebagai Jembatan Mewujudkan Peradaban Bangsa”, acara ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan.
Menurut Salmon, pengukuhan pengurus DPP merupakan tonggak awal dalam membangun generasi muda yang berkarakter Pancasilais serta memiliki wawasan geopolitik dan geostrategi yang kuat.
“Pengukuhan pengurus DPP ini bagi saya adalah tonggak awal untuk menciptakan generasi muda yang Pancasilais, yang memahami geopolitik dan geostrategi bangsa. Harapan kami, generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, semakin cerdas dalam menatap masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila harus menjadi energi penggerak dalam membangun kemandirian bangsa sebagaimana cita-cita Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah tokoh organisasi, unsur pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kebangsaan saat ini.
Momentum ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan harmonisasi lintas elemen bangsa. Suasana penuh kekeluargaan mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi roh Pancasila.
Salmon berharap Gerakan Pembumian Pancasila dapat menjadi wadah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat karakter kebangsaan.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman hidup dan kepemimpinan dalam setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
