HARIANAKSARA.NET, JAKARTA – PT Meta Epsi Tbk (MTPS) membuka secara transparan kondisi kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025 dalam agenda Public Expose 2026 yang digelar di Meta Epsi Building, Jakarta Timur, Kamis (2/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan investor melalui Bursa Efek Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen, termasuk Direktur Utama Francis Indarto serta Komisaris Independen Nawi. Dalam pemaparannya, Francis Indarto menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tekanan bagi perusahaan.
“Kondisi tahun lalu cukup berat, terutama karena persaingan tender proyek yang semakin ketat dan kompetitif,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat Perseroan belum mampu mengamankan proyek baru sepanjang tahun berjalan.
Menurutnya, tekanan tersebut berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan. “Ini tentu berpengaruh pada pendapatan, namun sekaligus menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Selain faktor internal, Francis juga menyoroti pengaruh eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar yang terus berubah. Meski begitu, Perseroan tetap mengambil langkah adaptif untuk bertahan.
“Kami memilih untuk fokus pada efisiensi dan penguatan internal agar tetap solid menghadapi kondisi yang tidak mudah,” jelasnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Perseroan berhasil menekan rugi bersih dari Rp4,97 miliar menjadi Rp2,59 miliar, sementara rugi komprehensif turut menurun menjadi Rp2,60 miliar.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi yang kami jalankan cukup efektif,” ungkap Francis.
Dari sisi fundamental, hingga 31 Desember 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp72,21 miliar. Nilai ini dinilai masih mencerminkan kondisi keuangan yang stabil.
“Fondasi ini menjadi bekal penting untuk kembali ekspansif di tahun mendatang,” ujarnya.
Menghadapi 2026, PT Meta Epsi Tbk telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari peningkatan kualitas proposal tender, memperluas jaringan bisnis, hingga menghadirkan inovasi layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
“Kami akan memperkuat daya saing agar dapat kembali masuk dan memenangkan proyek-proyek strategis,” tegasnya.
Melalui Public Expose ini, Perseroan juga ingin memperkuat kepercayaan investor terhadap arah dan prospek bisnis ke depan.
“Kami optimistis kinerja perusahaan akan pulih dan tumbuh lebih baik dengan strategi yang terukur dan kerja keras seluruh tim,” pungkas Francis Indarto.
