HARIANAKSARA.NET, Jakarta, 11 April 2026 – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 dengan mengangkat tema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945”.

Tema ini dipilih sebagai bentuk penegasan komitmen organisasi terhadap cita-cita kemandirian ekonomi bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum GMNI M. Risyad Fahlefi menjelaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 menjadi landasan penting dalam membangun perekonomian nasional yang berdaulat dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Tema ini kami angkat karena Pasal 33 menjelaskan tentang pentingnya kemandirian ekonomi sebuah bangsa. Ke depan, kami berharap seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, mau bahu-membahu dan semakin sadar tentang pentingnya kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Risyad.

GMNI juga menyampaikan kritik konstruktif terhadap pelaksanaan kebijakan ekonomi yang dinilai masih memiliki banyak pekerjaan rumah dan tantangan agar benar-benar sejalan dengan amanat konstitusi serta pemikiran Bung Karno.

Menurut Risyad Fahlefi, langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang membentuk sebuah lembaga untuk mengelola berbagai aset milik bangsa merupakan salah satu upaya strategis yang patut diapresiasi.

“Presiden Prabowo telah memunculkan dan menciptakan sebuah lembaga untuk mengelola berbagai macam aset yang dimiliki bangsa Indonesia agar dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Harapannya, pelaksanaannya bisa sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.

Risyad menekankan pentingnya pengawasan agar lembaga tersebut berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai ada korupsi, jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang, sehingga lembaga tersebut benar-benar bisa menjadi institusi yang membawa manfaat besar bagi bangsa,” lanjutnya.

Momentum Dies Natalis ini juga menjadi ruang untuk mengingat kembali pesan Sukarno kepada kader GMNI, yakni “mewarisi apinya, bukan abunya.” Pesan tersebut dimaknai sebagai dorongan agar kader terus menjaga semangat perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat.

“Pesan Bung Karno untuk GMNI sangat jelas, yaitu mewarisi apinya, bukan abunya. Artinya, semangat perjuangan bangsa Indonesia harus terus hidup di seluruh kader GMNI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia tidak hanya berhenti pada forum diskusi dan seremoni, tetapi mampu mengimplementasikan gagasan perjuangan di tengah masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh kader untuk terus bahu-membahu, bela masyarakat, dan hadir dalam setiap persoalan rakyat. Tidak hanya terbatas pada konteks Pasal 33 UUD 1945, tetapi juga terhadap isu-isu lokal di kabupaten, kota, maupun provinsi masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, kader GMNI harus mampu menghadirkan pemikiran yang tajam, kritis, dan solutif terhadap berbagai persoalan bangsa.

“Saya mendukung anak-anak yang memiliki narasi dan pemikiran tajam. Pesan dari Wamen juga jelas, agar kader-kader GMNI tidak berhenti hanya di forum ini saja, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikan gagasan perjuangan itu dalam kehidupan nyata,” pungkasnya

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *