HARIANAKSARA.NET, Jakarta, Jumat (19/12) – Tokoh senior SOKSI sekaligus pengurus BP Lansia Pusat, Robinson Napitupulu, menyampaikan kritik tajam terhadap praktik partai politik yang dinilai tidak sejalan dengan slogan moral yang selama ini dikampanyekan kepada rakyat, khususnya terkait isu korupsi dan kerusakan lingkungan.

Robinson mengingatkan kembali slogan Partai Demokrat pada tahun 2003, yakni “Katakan Tidak Pada Korupsi”, yang kala itu berhasil menarik simpati dan kepercayaan rakyat hingga membawa partai tersebut menjadi pemenang Pemilu 2004. Namun, menurutnya, praktik di lapangan justru bertolak belakang.

“Rakyat percaya karena slogan antikorupsi itu. Tapi dalam praktiknya, banyak kader yang justru terlibat korupsi uang rakyat. Akibatnya, rakyat kecewa dan perolehan suara Demokrat terus merosot sejak Pemilu 2009 hingga sekarang,” ujar Robinson.

Ia kemudian menyoroti Partai Golkar yang memiliki slogan “Suara Rakyat Suara Tuhan”. Robinson mempertanyakan sejauh mana slogan tersebut benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata, terutama dalam isu pemberian izin tambang dan eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan.

“Kalau slogan Golkar suara rakyat suara Tuhan, praktiknya bagaimana? Ini yang perlu dikritisi secara jujur. Izin tambang yang jelas-jelas merusak lingkungan seharusnya tidak lagi diberikan,” tegasnya.

Robinson menilai kerusakan lingkungan akibat tambang dan pembalakan hutan telah membawa dampak yang sangat besar bagi rakyat. Ia menyebutkan bahwa ratusan ribu masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda, ratusan orang meninggal dunia, serta tidak sedikit yang hingga kini dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor.

“Rakyat menjadi korban langsung dari kebijakan yang mengabaikan kelestarian lingkungan. Ini fakta yang sedang kita hadapi sekarang,” katanya.

Sebagai solusi, Robinson menegaskan pentingnya melakukan restorasi lingkungan secara serius dan berkelanjutan, salah satunya melalui gerakan tanam pohon kembali di lahan-lahan yang telah gundul. Ia mengibaratkan lahan gundul seperti kepala botak licin yang tidak sedap dipandang, berbeda dengan lahan yang masih memiliki tutupan hijau.

“Pohon harus ditanam kembali untuk menjaga kelestarian lingkungan agar tetap hijau, elok dipandang mata, dan aman bagi kehidupan. Ini bukan sekadar wacana, ini suara rakyat yang harus didengar dan dilaksanakan,” ujarnya.

Robinson menegaskan bahwa rakyat sudah lelah dengan slogan dan janji politik yang tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia mengajak semua partai politik dan pemangku kebijakan untuk benar-benar mendengar suara rakyat dan menjadikannya pedoman dalam setiap kebijakan.

“Suara rakyat bukan untuk dijadikan slogan kosong. Suara rakyat harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang melindungi kehidupan, lingkungan, dan masa depan bangsa,” pungkas Robinson.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *