HARIANAKSARA.NET, Jakarta – Pameran B2B yang mempertemukan sektor industri maritim, teknologi perkeretaapian, pertanian modern, serta industri kimia resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebagai ajang memperkuat kolaborasi antarpelaku industri, memperkenalkan inovasi teknologi, sekaligus membuka peluang lahirnya sumber daya manusia unggul di berbagai sektor strategis.
Tokoh maritim nasional Chandra Motik yang hadir dalam pameran tersebut menilai penyelenggaraan pameran lintas sektor ini memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan industri nasional. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi tempat promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi generasi muda yang akan memasuki dunia kerja.
“Dengan adanya pameran seperti ini, para mahasiswa maupun calon tenaga kerja dapat mengenal dunia industri sejak dini. Sebelum mereka terjun ke lapangan, mereka sudah memiliki gambaran mengenai perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan yang akan dihadapi,” ujar Chandra Motik saat diwawancarai awak media di sela-sela pameran.
Ia menjelaskan, seluruh rantai ekosistem industri maritim dapat ditemukan dalam pameran tersebut. Mulai dari teknologi perkapalan, peralatan pelabuhan, logistik, bongkar muat, sistem keselamatan, hingga berbagai solusi pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam kemajuan sektor maritim Indonesia.
“Semua ada di sini. Dari sisi teknis, pelayaran, logistik, bongkar muat, hingga berbagai teknologi pendukung industri maritim. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat untuk melihat langsung perkembangan industri,” katanya.
Menurut Chandra Motik, pameran juga menjadi ruang strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan akademisi untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor industri nasional.
Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan penyelesaian secara lebih optimal, sehingga forum-forum seperti pameran industri dapat menjadi sarana memperkuat komunikasi dan menghasilkan solusi bersama.
“Kita harus menjadikan forum seperti ini sebagai tempat berdialog dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi industri. Dengan kolaborasi yang baik, saya optimistis daya saing Indonesia akan semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chandra Motik mengajak seluruh pelaku industri untuk terus mengutamakan penggunaan produk, teknologi, dan tenaga kerja nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Menurutnya, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dan penguatan industri nasional akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
“Kita harus semakin percaya pada kemampuan bangsa sendiri. Jika industri dalam negeri terus diperkuat, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat Indonesia melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Ia juga berharap semakin banyak pelajar, mahasiswa, dan generasi muda yang memanfaatkan pameran industri sebagai media belajar untuk mengenal teknologi terbaru dan peluang karier di sektor-sektor strategis.
“Pameran seperti ini menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi anak-anak bangsa. Mereka dapat melihat langsung perkembangan teknologi, bertemu para pelaku industri, dan memahami kompetensi yang dibutuhkan sehingga siap menjadi tenaga kerja profesional di masa depan,” pungkas Chandra Motik.












