HARIANAKSARA.NET, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) vertikal di kawasan Stasiun Manggarai dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Proyek yang memanfaatkan lahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI ini dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada Jumat (21/8).

Menteri PKP Maruarar Sirait telah melihat langsung lokasi pembangunan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek hunian tersebut.
Rusun akan dibangun di Blok F dan Blok G dengan total luas lahan sekitar 21.939 meter persegi. Pengembangan Blok F mencakup area sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.
Kawasan pembangunan berada di Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1). Perencanaan bangunan turut memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan KKOP, termasuk batas ketinggian maksimal 151 meter.
Secara teknis, bangunan memiliki KDB maksimal 55 persen dan KLB maksimal 11. Jumlah lantai dirancang hingga maksimal 36 lantai.
Konsep TOD membuat proyek ini memiliki nilai konektivitas yang tinggi. Penghuni nantinya dapat menuju Stasiun Manggarai dengan berjalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 400 meter atau sekitar empat menit.
Proyek tersebut akan menyediakan 1.232 unit hunian dalam tiga menara utama. Sebagai pelengkap, terdapat 150 unit ruang ritel yang ditujukan untuk mendukung kegiatan perdagangan dan ekonomi lokal.
Hunian tersedia dalam tiga pilihan tipe. Tipe 28 memiliki luas sekitar 28 meter persegi, Tipe 36 sekitar 36 meter persegi, dan Tipe 45 sekitar 45 meter persegi. Masing-masing tipe memiliki konfigurasi ruangan yang disesuaikan dengan luas unit.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema FLPP dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.
Tahap pembangunan Blok G direncanakan dimulai pada Agustus 2026. Selanjutnya, pembangunan Blok F dijadwalkan mulai pada Oktober 2026.
Dengan integrasi antara hunian dan transportasi publik, rusun Manggarai diharapkan menjadi salah satu alternatif hunian vertikal bagi masyarakat yang membutuhkan akses mobilitas praktis di tengah kawasan perkotaan Jakarta.












