HARIANAKSARA.NET, Jakarta – Permata Jaya 2026 (Persatuan Masyarakat Taeh Jakarta Raya dan Sekitarnya) menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “Menjalin Silaturahmi Mempererat Persaudaraan di Rantau” pada Minggu (17/05/2026) di Aula SDM Kemendagri, Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Taeh yang merantau di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus melepas kerinduan dengan sesama warga kampung halaman.
Ratusan peserta tampak antusias menghadiri acara yang berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan. Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat solidaritas antarperantau agar tetap menjaga nilai kebersamaan di tanah rantau.

Wakil Ketua Permata Jaya 2026, Wandi Setiadi, mengatakan Halal Bihalal merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang biasanya dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri. Namun pada tahun ini pelaksanaannya sempat mengalami penundaan karena sejumlah kendala internal.
“Sebenarnya Halal Bihalal ini kegiatan rutin Permata Jaya setiap tahun setelah Lebaran. Karena ada beberapa kendala, pelaksanaannya sedikit tertunda. Alhamdulillah antusias masyarakat tetap tinggi,” ujarnya kepada media.
Ia menjelaskan, Permata Jaya telah berdiri selama 52 tahun dan kini memasuki periode kepengurusan ke-6. Menurutnya, meski aktivitas organisasi tidak selalu berjalan intensif, semangat sosial kemasyarakatan tetap menjadi prioritas utama seluruh anggota.
“Kalau ada anggota yang mengalami musibah atau meninggal dunia, biasanya kita langsung bergerak bersama. Semangat gotong royong dan kebersamaan itu masih sangat kuat,” katanya.
Wandi memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 300 hingga 400 orang. Tingginya angka kehadiran menunjukkan kuatnya semangat silaturahmi masyarakat Taeh yang kini tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.
Ia berharap Permata Jaya dapat terus berkembang dan mampu merangkul generasi muda yang baru datang merantau ke Jakarta dan sekitarnya.
“Setiap tahun pasti ada masyarakat Taeh yang datang ke Jabodetabek. Harapannya Permata Jaya bisa menjadi rumah bersama dan mampu mengakomodasi generasi muda agar organisasi semakin kuat dan solid,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Permata Jaya 2026, Nur Ihklas Kusmiati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan kerja keras seluruh panitia. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menyatukan para perantau yang memiliki kesibukan pekerjaan dan tinggal terpencar di berbagai wilayah.
“Panitia bekerja cukup keras karena kehidupan di Jakarta membuat masing-masing orang sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Tetapi semangat untuk berkumpul sangat besar,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Permata Jaya juga mengangkat tema budaya Minang, “Rang Taeh Bakumpua Maota Malope Taragak”, yang memiliki makna orang-orang Taeh di perantauan berkumpul, berbincang, dan melepas rasa rindu.
Nur Ihklas turut mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat yang tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan meskipun dengan keterbatasan dana melalui sistem gotong royong dan iuran bersama.
“Dengan dana yang minim dan hasil patungan bersama, acara sebesar ini akhirnya dapat terlaksana. Ini bukti semangat kebersamaan masyarakat kita masih sangat kuat,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun agar hubungan antarsesama perantau semakin erat, saling mengenal, serta saling membantu ketika menghadapi kesulitan dan musibah.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, Permata Jaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai persaudaraan, kebersamaan, dan budaya gotong royong sebagai identitas masyarakat Taeh di tanah rantau. Acara pun ditutup dengan suasana penuh keakraban serta hiburan budaya tradisional yang semakin menghangatkan kebersamaan para peserta.
