DWGL Perkuat Kinerja pada 2025, Pendapatan Capai Rp3,5 Triliun dan Laba Naik 89,6 Persen

HARIANAKSARA.NET, JAKARTA, 30 Juni 2026 – PT Dwi Guna Laksana Tbk (BEI: DWGL) menorehkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp3,496 triliun serta mencatat lonjakan laba komprehensif sebesar 89,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut menjadi cerminan keberhasilan Perseroan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri batubara dan ketidakpastian ekonomi global.

Kinerja tersebut dipaparkan dalam Public Expose Tahunan PT Dwi Guna Laksana Tbk yang diselenggarakan di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Acara dihadiri oleh jajaran komisaris dan direksi Perseroan, pemegang saham, investor, analis pasar modal, regulator, serta perwakilan media massa sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi kepada publik.

Public Expose dibuka oleh Direktur Utama PT Dwi Guna Laksana Tbk, Herman Fasikhin, yang memaparkan perkembangan bisnis perusahaan selama tahun buku 2025, kondisi industri batubara nasional, strategi pengembangan usaha, serta arah kebijakan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Direktur Hendra Winanto menyampaikan paparan mengenai kinerja keuangan Perseroan, termasuk pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, penguatan struktur permodalan, serta strategi perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional dan memperluas pangsa pasar.

Herman Fasikhin mengatakan, tahun 2025 menjadi salah satu periode terbaik bagi Perseroan. Di tengah tantangan berupa fluktuasi harga komoditas, meningkatnya ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga percepatan transisi energi di berbagai negara, PT Dwi Guna Laksana Tbk mampu mempertahankan pertumbuhan usaha melalui strategi bisnis yang disiplin, efisiensi operasional, dan penguatan kemitraan jangka panjang dengan pelanggan.

“Tahun 2025 menjadi rewarding year bagi Perseroan. Kami berhasil menjaga pertumbuhan usaha di tengah berbagai tantangan industri melalui strategi operasional yang disiplin, efisiensi biaya, serta penguatan kerja sama jangka panjang dengan pelanggan,” ujar Herman Fasikhin.

Sebagai salah satu perusahaan distribusi batubara nasional, Perseroan terus memperkuat perannya sebagai pemasok batubara bagi PT PLN (Persero). Hingga saat ini, DWGL memiliki sebelas kontrak jangka panjang sebagai pemasok batubara untuk pembangkit listrik PLN. Selain itu, melalui anak usaha PT Sinergi Laksana Bara Mas (SLBM), Perseroan juga memasok kebutuhan batubara bagi tiga Independent Power Producer (IPP), sekaligus memperluas penetrasi pasar domestik di luar segmen PLN.

Dari sisi operasional, wilayah distribusi Perseroan kini telah mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Perluasan jaringan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya volume distribusi batubara sepanjang tahun 2025.

Pada sisi keuangan, PT Dwi Guna Laksana Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp3,496 triliun atau meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bruto naik 26,1 persen menjadi Rp406,99 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 32,3 persen menjadi Rp357,65 miliar.

Perseroan juga berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp283,09 miliar atau meningkat 88,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp224,97 miliar atau naik 89,6 persen, dengan laba per saham dasar meningkat menjadi Rp24,28.

Penguatan kinerja turut tercermin pada posisi keuangan Perseroan. Total aset meningkat menjadi Rp1,999 triliun, sedangkan total ekuitas naik signifikan menjadi Rp500,03 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan fundamental keuangan perusahaan yang semakin kokoh untuk mendukung pengembangan usaha pada masa mendatang.

Menurut Hendra Winanto, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume distribusi batubara, pengendalian biaya operasional yang efektif, efisiensi proses bisnis, serta strategi diversifikasi pelanggan yang semakin optimal.

Memasuki tahun 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pemenuhan kebutuhan pasokan batubara bagi PT PLN (Persero), memperluas pasar domestik melalui PT Sinergi Laksana Bara Mas, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat penerapan manajemen risiko, serta mengoptimalkan tata kelola perusahaan guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai pemasok batubara bagi sektor ketenagalistrikan nasional, didukung kontrak jangka panjang dengan sejumlah pemilik tambang serta fundamental keuangan yang semakin kuat, PT Dwi Guna Laksana Tbk optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu perusahaan distribusi batubara terkemuka di Indonesia.

Versi ini menggunakan gaya penulisan yang lebih khas media ekonomi nasional seperti Bisnis Indonesia, Investor Daily, dan Kontan, dengan fokus pada aspek korporasi, kinerja keuangan, strategi bisnis, dan prospek perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *