HARIANAKSARA.NET, JAKARTA, 30 Juli 2026 – PT Green Power Group Tbk (kode saham: LABA) menggelar Public Expose Tahunan 2026 di Jakarta pada Kamis (30/7/2026). Agenda ini menjadi sarana bagi perseroan untuk memaparkan profil perusahaan, perkembangan bisnis, kinerja keuangan kuartal I 2026, serta strategi pengembangan usaha di sektor baterai dan energi terbarukan.
Dalam paparannya, manajemen menjelaskan bahwa PT Green Power Group Tbk merupakan transformasi dari PT Ladangbaja Murni Tbk yang didirikan pada 1989. Pada 2024 perseroan berganti nama menjadi PT Green Power Group Tbk sekaligus mengalami perubahan pengendali menjadi PT Nev Stored Energy dan Longping Investasi Indonesia. Sejak 2025, perseroan mulai fokus mengembangkan bisnis manufaktur dan perdagangan baterai, di samping tetap menjalankan lini usaha molding.
Perseroan juga memperkenalkan susunan direksi dan komisaris terbaru. Jabatan Direktur Utama diemban Chen Xiaoxiao, didampingi Direktur Kurnia Ngatimin dan Wahyu Eka Saputra. Sementara Komisaris Utama dijabat Sutanty Jakidjan, bersama Komisaris Harry dan Komisaris Independen Erik Jahja.
Pada sisi operasional, Green Power telah membentuk empat anak perusahaan, yaitu PT Green Power Battery (GPB), PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT), PT Green Power Precision Indonesia (GPPI), dan PT Aceh Mineral Abadi (AMA). Melalui anak usahanya, perseroan telah menjalankan bisnis penyewaan motor listrik, memasang kabinet penukaran baterai ECGO di wilayah Jakarta, Bogor, dan Tangerang, serta melanjutkan bisnis baja, cutting, creasing rule, dan galvanis steel.
Dari sisi keuangan, perseroan mencatat penjualan bersih kuartal I 2026 sebesar Rp3,36 miliar, turun 61,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,74 miliar. Namun demikian, efisiensi operasional berhasil meningkatkan laba bersih menjadi Rp6,09 miliar, melonjak 207,86 persen dibandingkan laba bersih kuartal I 2025 sebesar Rp1,98 miliar. Penurunan harga pokok penjualan turut meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Ke depan, Green Power menegaskan komitmennya memperkuat posisi sebagai perusahaan manufaktur energi terbarukan terintegrasi di Indonesia. Strategi yang dijalankan meliputi pengembangan bisnis baterai dan kendaraan ramah lingkungan, peningkatan kapasitas operasional, perluasan kerja sama strategis dengan berbagai mitra, serta penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Public Expose 2026 menjadi momentum bagi PT Green Power Group Tbk untuk memperlihatkan transformasi bisnis menuju industri energi bersih sekaligus memberikan gambaran kepada investor mengenai prospek pertumbuhan perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia.












