HARIANAKSARA.NET, Sukabumi, 16 Maret 2026 – Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin memberikan apresiasi terhadap upaya hilirisasi sagu yang dilakukan oleh Sagolicious dalam kegiatan penyuluhan yang digelar di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 600 peserta tersebut juga diisi dengan sosialisasi terkait Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta edukasi mengenai pentingnya keamanan pangan dan pengembangan produk pangan lokal.
Dalam kesempatan itu, Zainul Munasichin menilai langkah Sagolicious dalam mengembangkan berbagai produk olahan sagu merupakan contoh nyata penguatan pangan lokal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, pengolahan sagu menjadi produk bernilai tambah dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kedaulatan pangan nasional.
Dalam pesannya, Zainul Munasichin juga memberikan apresiasi kepada Jenny Widjaja, owner Sagolicious, atas dedikasinya dalam mengembangkan produk pangan berbasis sagu di Indonesia.
“Ibu Jenny adalah perempuan tangguh yang peduli dengan kedaulatan pangan Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya,” ujar Zainul Munasichin.
Jenny Widjaja sendiri dikenal sebagai pelopor inovasi produk sagu modern melalui Sagolicious. Atas kiprahnya tersebut, ia telah memperoleh sertifikat dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelopor mie dan pasta sagu varian milenial, pelopor pasta, mie dan keripik dari sagu dengan varian terbanyak, serta penyaji hidangan mie sagu terbanyak.
Sementara itu, gerai Sagolicious Parungkuda yang baru beroperasi sekitar satu bulan menjadi cabang pertama yang hadir di wilayah tersebut. Meski masih tergolong baru, kehadiran Sagolicious Parungkuda mendapat respons sangat positif dari masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya minat pengunjung yang datang untuk mengenal serta mencicipi berbagai produk olahan sagu yang ditawarkan.
Kehadiran Sagolicious di Parungkuda diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas hilirisasi sagu sebagai salah satu pangan lokal unggulan Indonesia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan memperkuat upaya mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.
