HARIANAKSARA.NET, Jakarta Utara, 8 April 2026 – Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara terus mendorong penguatan eksistensi dan kualitas pendidikan Raudhatul Athfal (RA) agar semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan utama pendidikan anak usia dini.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara, Samsuriah, dalam wawancara dengan para media menegaskan bahwa keberadaan RA saat ini merupakan bentuk nyata pelayanan pendidikan yang terus berkembang dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan taman kanak-kanak (TK).

“Ini merupakan sebuah upaya untuk menunjukkan eksistensi kepada masyarakat. Di tengah adanya kompetitor seperti TK, RA hadir sebagai bagian dari pelayanan pendidikan yang terus melakukan ekspansi kepada masyarakat, memperkenalkan diri, serta meningkatkan kinerja agar menjadi pilihan utama,” ujar Samsuriah.

Menurutnya, persepsi masyarakat terhadap madrasah, khususnya RA, kini terus berubah ke arah yang lebih positif. Jika sebelumnya madrasah kerap dianggap sebagai pilihan kedua atau kesekian, saat ini RA justru kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama bagi orang tua yang menginginkan pendidikan usia dini dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Dulu orang mengenalnya sebagai pilihan kesekian, namun kini RA kembali menjadi pilihan utama sebagaimana pada masa lalu,” tambahnya.

Dari sisi tenaga pendidik, Samsuriah menegaskan bahwa kualitas guru RA setara dengan tenaga pendidik di TK pada umumnya.

Seluruh guru diwajibkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal Strata 1 (S1), baik lulusan PGRA maupun PGTK, serta wajib memiliki sertifikasi profesi melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sesuai jenjang pendidikan.

“Untuk guru-guru semuanya sama. Lulusan PGRA setara dengan PGTK. Syaratnya seluruh guru harus lulus S1 dan memiliki sertifikasi melalui PPG sesuai jenjang pendidikan,” jelasnya.

Dalam aspek kurikulum, RA memiliki kekuatan tersendiri pada penguatan pendidikan keagamaan, tanpa mengurangi standar mutu pendidikan anak usia dini secara umum.

“Pendidikan dan kurikulum pada dasarnya sama, namun RA memiliki penguatan pada aspek keagamaan,” katanya.

Saat ini, tercatat terdapat sekitar 160 madrasah RA di wilayah Jakarta Utara yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.

Samsuriah berharap seluruh tenaga pendidik dan pengelola RA terus meningkatkan kompetensi serta profesionalisme agar semakin diterima dan dipercaya masyarakat.

“Harapan saya, terus tingkatkan diri dan tingkatkan profesi agar diterima masyarakat. Pelayanan prima harus diberikan supaya masyarakat yakin bahwa madrasah saat ini sudah berkualitas, bermutu, bahkan lebih baik,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *