HARIANAKSARA.NET, Jakarta, Senin (29/6/2026) – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menggelar Public Expose Tahunan 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Maintaining a Clear Direction”. Dalam pemaparannya, manajemen menyampaikan kinerja operasional dan keuangan Perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah tantangan industri batubara dan dinamika ekonomi global.
Perseroan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan bisnis melalui penguatan pasokan batubara kepada PT PLN (Persero), peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset pembangkit listrik, serta penjajakan peluang investasi di sektor energi baru dan terbarukan.
CNKO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batubara serta penyedia layanan energi berbasis batubara. Perseroan memasok batubara ke tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN di Pulau Jawa melalui kontrak jangka panjang dengan volume sekitar 2,2 juta ton per tahun. Selain itu, Perseroan juga memiliki dan mengoperasikan PLTU Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah berkapasitas 2 x 7 MW.
Dalam presentasinya, manajemen menjelaskan bahwa industri batubara sepanjang 2025 masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya tensi geopolitik global, percepatan transisi energi, faktor cuaca, serta bertambahnya pasokan batubara dari China dan India. Meski demikian, permintaan domestik tetap kuat karena sektor ketenagalistrikan masih menjadi pengguna batubara terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batubara nasional tahun 2025 mencapai sekitar 790 juta ton. Sebanyak 514 juta ton atau sekitar 65,1 persen dialokasikan untuk ekspor, sedangkan 254 juta ton atau sekitar 32 persen digunakan untuk kebutuhan domestik. Dari konsumsi domestik tersebut, sekitar 57,27 persen diserap oleh sektor pembangkit listrik (PLTU), diikuti industri metalurgi dan smelter sebesar 30,91 persen.
Menghadapi kondisi tersebut, Perseroan menerapkan sejumlah strategi utama sepanjang 2025, yakni menjaga kualitas dan kuantitas pasokan batubara kepada PLN, memastikan pengiriman tepat waktu, melakukan perbaikan bertahap pada PLTU Pangkalan Bun yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2026, serta meningkatkan efisiensi di seluruh lini usaha.
Strategi tersebut berhasil mendorong pencapaian operasional yang positif. Perseroan mencatat volume pengiriman batubara tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sekaligus membukukan peningkatan laba komprehensif hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, CNKO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,86 triliun pada 2025 atau meningkat 7,6 persen dibandingkan Rp1,73 triliun pada 2024.
Laba bruto meningkat tajam sebesar 55,3 persen menjadi Rp380,3 miliar dari sebelumnya Rp244,9 miliar. EBITDA juga tumbuh 68,1 persen menjadi Rp336,8 miliar dibandingkan Rp200,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum pajak melonjak 155,7 persen menjadi Rp247,3 miliar dari Rp96,7 miliar pada 2024.
Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih komprehensif tahun berjalan sebesar Rp194,6 miliar, meningkat 173,7 persen dibandingkan Rp71,1 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan tersebut, laba per saham dasar naik menjadi Rp21,7 per saham atau meningkat 166,6 persen dibandingkan Rp8,2 per saham pada 2024.
Pada laporan posisi keuangan, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp891,3 miliar. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp1,96 triliun dari Rp2,17 triliun pada tahun sebelumnya, sementara defisit ekuitas membaik menjadi minus Rp1,06 triliun dibandingkan minus Rp1,26 triliun pada 2024.
Kontribusi pendapatan Perseroan masih didominasi oleh penjualan batubara yang mencapai sekitar 99,1 persen dari total pendapatan, sedangkan bisnis pembangkit listrik memberikan kontribusi sekitar 0,9 persen.
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, CNKO juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui berbagai kegiatan, antara lain penanaman mangrove, pemeriksaan kesehatan dan tes urine, dukungan terhadap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan buka puasa bersama anak panti asuhan, serta penyaluran hewan kurban di sejumlah wilayah operasional PLTU.
Ke depan, Perseroan akan tetap menjaga pemenuhan kewajiban pasokan batubara kepada PLN sebagai pelanggan utama, meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis pembangkit listrik, melanjutkan program efisiensi operasional, serta menjajaki peluang investasi di sektor energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang.
Manajemen optimistis bahwa dengan fundamental usaha yang semakin kuat, disiplin dalam menjalankan strategi operasional, serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama, CNKO akan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.












