Maulid Nabi di Padepokan Jogo Banyu Condet Dihadiri 400 Jamaah, Habaib dan Ulama Perkuat Cinta Rasul

HARIANAKSARA.NET, JAKARTA TIMUR – Yayasan Padepokan Jogo Banyu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad, 9 Agustus 2026, bertepatan dengan 25 Shafar 1448 Hijriah. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai di Padepokan Jogo Banyu, Jalan H. Mursali No. 130, RT 008/RW 001, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sekitar 400 jamaah dari berbagai majelis taklim di wilayah Condet dan sekitarnya hadir mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara jamaah, habaib, ulama, asatidz dan masyarakat.

Sejumlah habaib turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Muhammad Anis Baraqbah, Habib Alwi bin Edrus Alaydrus, Habib Muhammad bin Alwi, Habib Muchsin bin Zaed Al-Attas, Habib Abu Bakar Chaerid dan sejumlah habaib lainnya.

Kehadiran para habaib dan guru agama memberikan suasana tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar Yayasan Padepokan Jogo Banyu tersebut.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, pembacaan maulid dan sholawat. Jamaah juga mendapatkan tausiyah keagamaan yang mengajak umat untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah sebagai teladan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Maqbulloh menyampaikan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT serta memperbanyak amalan dan doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Ia mengingatkan jamaah bahwa keberadaan seseorang di majelis ilmu dan majelis sholawat merupakan bagian dari nikmat yang patut disyukuri.

Menurutnya, umat Islam harus terus menjaga semangat untuk hadir dalam majelis keagamaan, memperbanyak sholawat serta mempelajari ajaran Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Maqbulloh juga menekankan pentingnya mewariskan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak dan orang-orang yang dicintai.

Doa, nasihat dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW, kata dia, perlu terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku umat.

Ia mengajak jamaah agar senantiasa memohon hidayah dan pertolongan Allah SWT supaya dapat istiqamah menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama.

“Semoga dengan majelis ini kita mendapatkan keberkahan dan kelak dikumpulkan bersama Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” pesan Ustadz Maqbulloh dalam tausiyahnya.

Padepokan Jogo Banyu Kembangkan Dakwah

Sementara itu, Pembina Yayasan Padepokan Jogo Banyu, Habib Syehan Bin Hasan Al Jufrie, didampingi Ustadz H. Munadi selaku Pimpinan Sholawat Mudhoriyah Padepokan Jogo Banyu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Habib Syehan menjelaskan, kegiatan keagamaan di Padepokan Jogo Banyu selama ini tidak hanya dilakukan dalam momentum Maulid Nabi. Yayasan juga secara rutin menggelar berbagai majelis, pembacaan sholawat dan kajian keagamaan.

Beberapa kegiatan yang berjalan antara lain pembacaan Hadrah Basaudan, majelis sholawat, kajian kitab Safinatun Najah, pengajian, pembacaan Maulid dan kajian kitab Ihya Ulumuddin.

Menurut Habib Syehan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Padepokan Jogo Banyu untuk mengembangkan dakwah sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk belajar dan mendalami ilmu agama.

“Alhamdulillah, banyak kemajuan dalam dakwah yang kami jalankan. Dulu kami bergerak hanya di majelis sendiri. Sekarang kami mulai keluar untuk menyebarkan dakwah dari mushola ke mushola dan dari masjid ke masjid,” ujar Habib Syehan kepada awak media seusai acara.

Ia mengatakan, perkembangan dakwah tersebut menjadi salah satu hal yang disyukuri karena jangkauan kegiatan Padepokan Jogo Banyu semakin luas.

Jamaah yang sebelumnya hanya berasal dari lingkungan sekitar kini mulai datang dari wilayah yang lebih jauh. Bahkan, sebagian jamaah turut mengajak masyarakat lainnya untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

“Kami ingin mengajak orang-orang untuk lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Maulid Nabi Jadi Momentum Pererat Silaturahmi

Ustadz H. Munadi mengatakan, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarmasyarakat dan majelis taklim.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi semakin istimewa karena dihadiri para habaib, ustadz dan jamaah dari berbagai wilayah di sekitar Condet.

“Alhamdulillah pada hari ini kita melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para jamaah. Banyak para habaib dan ustadz yang hadir sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh keberkahan,” ujar Ustadz H. Munadi.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus menjadi ruang pertemuan umat untuk memperkuat persaudaraan, menambah ilmu agama dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kehadiran para habaib juga menjadi bagian dari penguatan dakwah dan silaturahmi di tengah masyarakat.

Habib Syehan Apresiasi Dukungan Jamaah dan Donatur

Dalam kesempatan tersebut, Habib Syehan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Apresiasi juga disampaikan kepada para habaib, ulama, asatidz, panitia serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara dapat terlaksana dengan baik.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan untuk menunjang kegiatan.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para hadirin dan kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga Allah memberikan rezeki yang lebih dan lebih lagi serta penuh keberkahan,” tuturnya.

Harapan untuk Tahun Berikutnya

Habib Syehan berharap kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Padepokan Jogo Banyu dapat terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia bahkan berharap pelaksanaan Maulid Nabi pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Insya Allah tahun depan kita akan membuatnya lebih meriah lagi. Tujuannya adalah untuk menyenangkan hati Rasulullah dan terus menjalankan kegiatan yang membawa umat semakin dekat kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Padepokan Jogo Banyu Condet tersebut menjadi salah satu momentum keagamaan yang mempertemukan ratusan jamaah dengan para habaib, ulama dan asatidz.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta mendorong masyarakat untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *